Loading

The Meaning of AFK

    AFK stands for 'Away from Keyboard'. These and many other abbreviations are commonly used in online chatrooms and on mobile phones to send SMS/ text messages. In the series AFK each performance involves sending a message coded in this way in front of public webcams monitoring urban and non-urban landscapes. The short messages capture moments of mobility and presence.

Misteri Segitiga bermuda yang sebenarnya



Sebenarnya wilayah Segitiga Bermuda ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab atas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang sudah melebihi dari bentuk bsegitiga itu. Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat. Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika.

Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya. Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain, juga di Amerika, yaitu di sebuah danau yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.

Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air dan dari gejalan ini disimpulkan, di dasar laut sana tentu terdapat sebuah medan magnetik yang kuat sekali, yang sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut yang dalam.

Tak cukup bila saya menguraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tak menjurus pada masalah penyelesaian. Tetapi mengenai peristiwa bentuk gaib di Segitiga bermuda ini dapat dikemukakan dan mungkin teori-teori yang banyak mengenai Segitiga Bermuda. Mungkin di udara terdapat semacam gangguan atmosfir yang berupa “lubang di langit”. Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri "Lubang di Langit" ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. Lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.

Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama. Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.

Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.

Keanehan lain di dekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol. Laut di tempat itu mempunyai kedalaman sampai 10 km. Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963. Menurut mereka cendawan air itu mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya. Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak Amerika tidak membenarkannnya, sebab tak mungkin mencoba bom di jalur penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari sana.

Ada sebuah tempat di perairan Boca Raton, yang di sana terdapat sebuah pipa bergaris tengah 20 cm. Jelas bukan milik Amerika (untuk lebih lanjut: Orang Bumi). Peristiwa ini dilihat oleh suami istri Lloyd Wingfields. Mereka melihat sebuah tiang asap disana, dan ketika didekati oleh mereka, tampak sebuah pipa yang muncul dari dasar laut yang merupakan sumber keluarnya asap itu. Asap itu sendiri tak mengeluarkan bau dan berwarna kekuning-kuningan. Mungkinkah pipa itu tertancap dari sumber api di dasar laut? Pangkalan UFO di dasar lautkah yang menyebabkannya? Lagipula kedalaman laut itu cukup dalam, sehingga mereka tak berani menyelam untuk melihat lebih lanjut, juga mereka melihat (sesudahnya) sebuah helikopter yang mengalami kerusakan mesin dan berusaha mendarat darurat di laut.

Ulasan lain, di daerah Kutub Selatan ada sebuah lubang besar yang menghubungkan dunia luar dengan dunia lain. Pernah ada orang bernama Admiral Bryd, melihat dari kapal terbang ke Barat di kutub selatan sebelah darat menghijau dengan danau yang tak membeku dan binatang liar mirip bison dan melihat seperti manusia-manusia purba. Sebagai ilmuwan Bryd melaporkan peristiwa yang disaksikannya itu, tapi tak ada yang mempercayainya.

Pemanasan Global, Ancaman Terbesar Planet Bumi

Mungkin pertanyaan yang terlintas pertama kali dalam pikiran Anda adalah: Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin pemanasan global bisa mengancam kehidupan di planet bumi? simaklah fakta-fakta singkat berikut ini:

Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara & selatan

Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!

Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.

Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan:

HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012!

Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh.

Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar 1.609 kilometer selatan Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika. Padahal, diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. “Ini akibat pemanasan global,” ujar ketua peneliti NSIDC Ted Scambos. Menurutnya, lempengan es yang disebut Wilkins Ice Shelf itu sangat jarang runtuh.

Sekarang, setelah adanya perpecahan itu, bongkahan es yang tersisa tinggal 1.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. “Sedikit lagi, bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Dan, separo total area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Scambos.

“Beberapa kejadian akhir-akhir ini merupakan titik yang memicu dalam perubahan sistem,” ujar Sarah Das, peneliti dari Institut Kelautan Wood Hole. Perubahan di Antartika sangat kompleks dan lebih terisolasi dari seluruh bagian dunia.

Antartika di Kutub Selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan. Benua ini jauh lebih dingin daripada Artik, sehingga lapisan es di sana sangat jarang meleleh, bahkan ada lapisan yang tidak pernah mencair dalam sejarah. Temperatur rata-ratanya minus 49 derajat Celsius, tapi pernah mencapai hampir minus 90 derajat celsius pada Juli 1983. Tak heran jika fenomena mencairnya es di benua yang mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia itu mendapat perhatian serius peneliti.

Fakta #2: Meningkatnya level permukaan laut.

Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut (grafik di samping menunjukkan hasil pengukuran level permukaan air laut selama beberapa tahun terakhir). Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.

Fakta #3: Perubahan Iklim/cuaca yang semakin ekstrim

NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat.

Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas-pun Anda sudah dapat melihat efeknya pada lingkungan di sekitar kita. Anda tentu menyadari betapa panasnya suhu disekitar Anda belakangan ini. Anda juga dapat melihat betapa tidak dapat di prediksinya kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah hujan. Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum pernah melanda wilayah-wilayah tertentu di Indonesia. Tahun-tahun belakangan ini kita semakin sering dilanda badai-badai yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik via laut maupun udara.

Bila fenomena dalam negeri masih belum cukup bagi Anda, Anda juga dapat mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam. Badai topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor baru dari tahun ke tahun. Anda dapat mencermati informasi-informasi ini melalui media masa maupun internet. Tidak ada satu benua pun di dunia ini yang luput dari perubahan iklim yang ekstrim ini.

Fakta #4: Gelombang Panas menjadi Semakin Ganas

Pemanasan Global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakin sering terjadi dan semakin kuat. Tahun 2007 adalah tahun pemecahan rekor baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda Amerika Serikat.

Daerah St. George, Utah memegang rekor tertinggi dengan suhu tertinggi mencapai 48° Celcius! (Sebagai perbandingan, Anda dapat membayangkan suhu kota Surabaya yang terkenal panas ‘hanya’ berkisar di antara 30°-37° Celcius). Suhu di St. George disusul oleh Las Vegas dan Nevada yang mencapai 47° Celcius, serta beberapa kota lain di Amerika Serikat yang rata-rata suhunya di atas 40° Celcius. Daerah Death Valley di California malah sempat mencatat suhu 53° Celcius!.

Serangan gelombang panas kali ini bahkan memaksa pemerintah di beberapa negara bagian untuk mendeklarasikan status darurat siaga 1. Serangan tahun itu memakan beberapa korban meninggal (karena kepanasan), mematikan ratusan ikan air tawar, merusak hasil pertanian, memicu kebakaran hutan yang hebat, serta membunuh hewan-hewan ternak.

Pada tahun 2003, daerah Eropa Selatan juga pernah mendapat serangan gelombang panas hebat yang mengakibatkan tidak kurang dari 35.000 orang meninggal dunia dengan korban terbanyak dari Perancis (14.802 jiwa). Perancis merupakan negara dengan korban jiwa terbanyak karena tidak siapnya penduduk dan pemerintah setempat atas fenomena gelombang panas sebesar itu. Korban jiwa lainnya tersebar mulai dari Inggris, Italia, Portugal, Spanyol, dan negara-negara Eropa lainnya. Gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan parah dan kegagalan panen merata di daerah Eropa.

Mungkin kita tidak mengalami gelombang-gelombang panas maha dahsyat seperti yang dialami oleh Eropa dan Amerika Serikat, tetapi melalui pengamatan dan dari apa yang Anda rasakan sehari-harinya. Anda dapat juga merasakan betapa panasnya suhu di sekitar Anda. Cobalah perhatikan seberapa sering Anda mendengar ataupun mungkin mengucapkan sendiri kata-kata seperti: “Panas banget ya hari ini!”

Apabila Anda kebetulan bekerja di dalam ruangan ber-AC dari pagi hingga siang hari sehingga Anda tidak sempat merasakan panasnya suhu belakangan ini, Anda dapat menanyakannya kepada teman-teman ataupun orang disekitar Anda yang kebetulan bekerja di luar ruang. Orang-orang yang sehari-harinya bekerja dengan menggunakan kendaraan terbuka di siang hari bolong (misalnya sales dengan sepeda motor) mungkin dapat menceritakan dengan lebih jelas beta-pa panasnya sinar matahari yang menyengat punggung mereka.

Fakta #5: Habisnya Gletser-Sumber Air Bersih Dunia

Mencairnya gletser-gletser dunia mengancam ketersediaan air bersih, dan pada jangka panjang akan turut menyumbang peningkatan level air laut dunia. Dan sayangnya itulah yang terjadi saat ini. Gletser-gletser dunia saat ini mencair hingga titik yang mengkhawatirkan!.

NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960 hingga 2005 saja, jumlah gletser-gletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 meter kubik! Para ilmuwan NASA kini telah menyadari bahwa cairnya gletser, cairnya es di kedua kutub bumi, meningkatnya temperatur bumi secara global, hingga meningkatnya level air laut merupakan bukti-bukti bahwa planet bumi sedang terus memanas. Dan dipastikan bahwa umat manusialah yang bertanggung jawab untuk hal ini.

Misteri Tumpukan Batu Stonehenge



Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris.

Stonehenge sendiri terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.

Terdapat perdebatan mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500-2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembangunan monumen Stonehenge yang lebih, awal sekitar 3100 SM.

Walaupun seusia dengan ( henges ) zaman Neolithikum yang menye rupai Stonehenge, Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.

Di dalam 30 lingkaran batu besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar juga.Tapi pada saat ini keba nyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis dan jatuh.

Prasejarah

Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950), Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun silam, pembangunannya sendiri dibagi menjadi beberapa fase (I,II,IIIa,IIIb, dan IIIc). Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge, menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari peng angkutan batunya sendiri sampai tahap pengukiran pada setiap batunya.

Penemuan diketahui adanya ukiran disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Jika deng an mata telanjang tidak akan terlihat. Tentunya dengan ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada bebatuan, setidaknya bisa memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa lalu.

Kompleks Stonehenge dibangun dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari abad ke-7 M.
Stonehenge I
Monumen pertama terdiri dari lingkaran tebing bulat dan parit berukuran 115 meter (320 kaki) diameter dan dengan satu pintu masuk di bagian timur laut. Fase ini adalah sekitar 3100 SM. Di bagian luar kawasan lingkaran terdapat 59 lubang, dikenal sebagai lubang Aubrey untuk memperingati Jhon Aubrey, arkeolog abad ketujuh belas yang merupakan orang pertama yang mengetahui lubang-lubang tersebut.

Dua puluh lima dari lubang Aubrey diketahui mempunyai perkebumian abu pada dua abad setelah berdirinya Stonehenge. Tiga puluh abu mayat diletakkan di dalam parit kawasan lingkaran dan bagian lain dalam kawasan Stonehenge. Tembikar Neolitikum akhir telah ditemukan bersama-sama ini memberikan bukti tanggal. Sebuah batu tunggal monolit besar yang tidak dilicinkan dikenal sebagai ‘Batu Tumit’ ( Heel Stone ) terletak di luar pintu masuk.


Stonehenge II
Bukti fase kedua tidak lagi kelihatan. Bagaimanapun bukti dari beberapa lubang tiang dari waktu masa ini membuktikan terdapatnya beberapa bangunan kayu yang dibangun dalam kawasan lingkaran sekitar awal milenium ketiga SM. Beberapa kesan papan yang didapati dile takkan pada pintu masuk. Fase ini sama dengan tempat Woodhenge yang terletak berdekatan.

Stonehenge IIIa
Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, dua lengkungan bulan sabit dibuat dari lubang (dikenal sebagai lubang Q dan R) yang digali di tengah-teng ah lokasi. Lubang tersebut mengandung 80 batu biru tegak yang dibawa dari bukit Preseli, 250 batu di Wales. Batu-batu tersebut dibentuk menjadi tiang dengan teliti, kebanyakan terdiri dari batu jenis dolerite bertanda tetapi juga termasuk contoh batu rhyolite, tufa gunung berapi, dan myolite seberat 4 ton.

Pintu masuk dilebarkan pada masa ini menjadikannya selaras dengan arah matahari naik pertengahan musim panas dan matahari terbenam pertengahan musim semi masa tersebut. Monumen tersebut ditinggalkan tanpa disiapkan, sementara batu biru kelihatannya di pindah dan lubang Q dan R ditutup. Ini kemungkinan dilakukan pada masa fase Stonehenge IIIb.

Monumen ini kelihatannya melebihi tempat di Avebury dari segi kepentingannya pada akhir masa ini dan Amesbury Archer, ditemukan pada tahun 2002 tiga batu ke selatan, membayangkan bagaimana Stonehenge kelihatan pada masa ini. Stonehenge IIIa dikatakan dibangun oleh orang Beaker

Stonehenge IIIb
Pada aktivitas fase berikutnya pada akhir milenium ketiga 74 SM mendapati batu Sarsen yang besar dibawa dari kueri 20 batu di utara di lokasi Marlborough Downs. Batu-batu tersebut dikemaskan dan dibentuk dengan sambungan pasak dan ruas sebelum 30 didirikan membentuk bulatan tiang batu berukuran 30 meter diameter dengan 29 atap batu ( lintel ) di atas. Setiap bongkah batu seberat 25 ton dan jelas dibentuk dengan tujuan membuat kagum.

Batu orthostat lebar sedikit di bagian atas agar memberikan gambaran ia kelihatan lurus dari bawah ke atas sementara batu alang melengkung sedikit untuk menyambung gambaran bundar monumen lebih awal.

Di dalam bulatan ini terletak lima trili thon batu sarsen diproses dan disusun dalam bentuk ladam. Batu besar ini, sepuluh menegak dan lima batu alang, dengan berat masing-masing hingga 50 ton yang disambungkan dengan sambungan rumit. Ukiran pisau belati dan kepala kapak terdapat di sarsen.

Dalam masa ini, jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak selaras yang berparit di tengahnya. Terakhir dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk yang kini hanya tinggal satu, Batu Penyembelihan ( Slaughter Stone ) 4,9 meter (16 kaki) panjang. Hal ini dipercayai hasil kerja kebudayaan Wessex Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.

Stonehenge IIIc
Selepasnya pada Zaman Perunggu, batu biru kelihatannya telah ditegakkan semula, dalam bulatan antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk ladam di tengah, mengikuti tata layout sarsen. Walaupun ia kelihatannya satu fase kerja yang menakjubkan, pembangunan Stonehenge IIIc dibangun kurang teliti berbanding Stonehenge IIIb, batu biru yang ditegakkan kelihatannya mempunyai pondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang.

Salah satu dari batu yang tumbang telah diberi nama yang kurang tepat sebagai Batu Penyembahan ( Altar Stone ). Dua bulatan lubang juga digali di luar bulatan batu yang dikenal sebagai lubang Y dan Z. Lubang-lubang ini tidak pernah diisi dengan batu dan pembangunan lokasi peringatan ini kelihatannya terbiarkan sekitar 1500 SM.

Stonehenge IV
Sekitar 1100 SM, jalan raya Avenue disambung sejauh lebih dari dua batu sampai ke Sungai Avon walaupun tidak jelas siapakah yang terlibat dalam kerja pembangunan tambahan ini.


Teori mengenai Stonehenge

Penelitian serius pertama dilakukan sekitar 1740 oleh William Stukeley. Stukeley keliru menyatakan bahwa lokasi ini dibangun oleh Druid, tetapi sumbangannya yang terpenting adalah mengambil gambar yang terukur mengenai lokasi Stonehenge yang membenarkan analisis yang lebih tepat tentang bentuk dan kepentingannya. Yang menunjukkan bahwa henge dan batunya disusun dalam bentuk tertentu yang mempunyai kepentingan astronomi.

Gerald Hawkins, Seorang Profesor Astronomi. Juga mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Munurutnya, peletakkan setiap batu pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan tersebut.

Menurutnya, “Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu, maka anda pasti dapat menyimpulkan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu”. Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.

Pada setiap batu tegak, merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari, sehingga sangat akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi. Sungguh hebat orang-orang zaman itu.

Bagaimana batu biru diangkut dari Wales telah banyak dibincangkan dan berdasarkan penelitian bahwa ia mungkin merupakan sebagian dari batu peringatan lebih awal di Pembrokeshire dan dibawa ke Dataran Salisbury ( Salisbury Plain ). Banyak arkeolog percaya bahwa Stonehenge merupakan percobaan mengekalkan dalam bentuk batu, bangunan papan yang bertaburan di Dataran Salisbury seperti Tembok Durrington.

Monumen ini diselaraskan timur laut – barat daya dan keutamaan diletakkan oleh pembangunnya pada titik balik matahari dan equinox sebagai contohnya, pada pertengahan pagi musim panas, matahari muncul tepat di puncak batu tumit ( Heel stone ), dan cahaya pertama matahari ke tengah Stonehenge antara dua susunan batu berbentuk ladam.

Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Matahari timbul pada arah berlainan pada permukaan geografi tempat berlainan. Untuk penyelarasan itu tepat, ia mesti diperkirakan tepat untuk garis lintang Stonehenge pada 51° 11’. Penyelarasan ini, tentunya dasar bagi reka dan bentuk dan tempat bagi Stonehenge. AlexanderThom berpendapat bahawa lokasi tersebut diatur menurut ukuran yar megalitikum.

Maka sebagian pendapat bahwa Stonehenge melambangkan tempat observatorium kuno, walaupun berapa jauh penggunaan Stonehenge untuk tujuan tersebut dipertentangkan. Sebagian pendapat pula mengemukakan teori bahwa ia melambangkan farah besar (Artikel dari the Observer), komputer atau juga lokasi pendaratan makhluk asing.

Banyak perkiraan mengenai pencapaian mesin diperlukan untuk membangun Stonehenge. Mengandaikan bahwa batu biru ini dibawa dari Wales dengan tenaga manusia dan bukannya oleh gletser sebagaimana dugaan Aubrey Burl, pelbagai cara untuk memindahkannya dengan menggunakan tali dan kayu.

Pada 2001, suatu percobaan untuk mengalihkan satu batu besar sepanjang jalan darat dan laut yang mungkin dari Wales ke Stonehenge. Sukarelawan menariknya di atas luncur ( sledge ) kayu di daratan tetapi jika dipindahkan ke replika bot prasejarah, batu tersebut tenggelam diSelat Bristol.

Ukiran senjata pada sarsen adalah unik pada seni megalitikum di Kepulauan British ( British Isles ) di mana desain lebih abstrak, begitu juga batu berbentuk ladam kuda adalah luar biasa bagi kebudayaan yang mengatur batu dalam bentuk bundar.

Motif tersebut biasa bagi penduduk Brittany pada masa itu dan pada dua fase Stonehenge telah dibangun di bawah pengaruh continental influence. Ini dapat menjelaskan pada satu tahap, tentang reka dan bentuk monumen, tetapi pada keseluruhannya, Stonehenge masih dapat dijelaskan dari segala konteks kebudayaan Eropa prasejarah.

Perkiraan mengenai tenaga manusia yang diperlukan untuk membangun pelbagai fase Stonehenge meletakkan jumlah keseluruhan yang terlibat atas berjuta jam manusia bekerja. Stonehenge I kemungkinan memerlukan sekitar 11.000 jam, Stonehenge II sekitar 360.000 dan pelbagai baian bagi Stonehenge III mungkin melibatkan sehingga 1.75 juta jam. Membentuk batu-batu ini diperkirakan memerlukan 20 juta jam manusia menggunakan perkakas primitif yang terdapat pada masa itu.


Mitos dan legenda

Batu Tumit ( The Heel Stone ) pada suatu masa dikenal sebagai Friar’s Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.

Sebagian pendapat mendakwa Tumit Friar ( “Friar’s Heel” ) adalah perubahan nama “Freya’s He-ol” atau “Freya Sul”, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi “laluan” dan “hari matahari” menurut turutan.

Sebuah argumen yang mengejutkan tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris.

Dari struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan batu-batuan dari wilayah Afrika.

Stonehenge juga dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika.

Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus menyusun bebatuan tersebut.

SS501



SS501 (pronounced as Double-S 501 or Deo Beul E Seu Oh Gong Il (더블에스오공일) in Korean) is a popular South Korean boy band under management of Daesung Entertainment, also known as DSP Entertainment. The name of the band is a combination of letters and numbers that have special meaning. The first “S” stands for “Super” "Star" . The second “S” is an abbreviation for "Singer". The combination of 5, 0, and 1 symbolizes "five members united as one forever".

2005-2006: Debut
SS501 debuted on June 8, 2005 with their first single "Kyeonggo" (Korean: "경고", "Warning"), with a second single "Snow Prince" released in late 2005. The group was inactive in Korea for most of 2006, although they had a fan meeting in Japan in April of that you. The reason was due to Heo Young Saeng's throat condition which required a surgery, thus resulting in a need for time to fully recover.. In mid-2006, they held their first successful concert, "Step Up Concert" in Osaka, Japan. In late 2006, they returned to Korea in order to promote their first full album, which was released on November 10 and titled S.T.01 Now. Singles from the album included "Unlock" and "Four Chance". As well as promoting the album on various variety and music shows, they also filmed a show on MNet called SOS. The group also lent their voices for the 2006 animated movie Pi's Story.

2007-2008: Japanese activities, 'Boys Over Flowers', and Sub-unit

Later in 2007, the group debuted in the Japanese market. A Japanese fan club has been established with the name of "Triple S Japan"; it officially debuted on March 25, 2007, when SS501 had their first official meeting with the group. The group released their Japanese single "Kokoro", alongside multiple versions, including one with all members and five others featuring the members individually. The single debuted at #5 on the Oricon chart, and move to #3 the next day. A full album was released later that year.
In 2008, SS501 returned to Korea with their single Deja Vu released on March 8, 2008. The title track was the first song to be promoted, and they began their comeback on music channel M.Net's M Countdown. After success with their single "Deja Vu", they began to promote their second single, "A Song Calling for You". They performed their Goodbye Stage on Music Bank on June 6, 2008, to return to Japanese activities.
On October 2, 2008, an official announcement confirmed that leader Kim Hyun Joong was part of the cast for the Korean version of Hana Yori Dango, officially named Boys Over Flowers. It was broadcast on KBS in the first half of 2009, with a total of 25 episodes and a few special episodes.
With both Park Jung Min (Danny Park on the musical Grease) and Kim Hyun Joong on solo activities, the next SS501 album was pushed back to July 2009. As such, the other three members formed a subunit with Heo Young Saeng as the leader and released a project album named U R Man in November 2008. The first single released was "U R Man". They also promoted their single for the Boys Over Flowers soundtrack, "Nae Meoriga Nabbaseo" (Korean: " 머리가 나빠서", "Because I'm Stupid"). Due to the success of the drama, the song had a high number of downloads.

2009: Solo collection, second mini album and first Asian tour

They released their official second Japanese album on May 13, 2009 titled All My Love and had a promotional tour in Japan in support of the album. The group also released their Solo Collection, consisting of the individual members' songs.
After concentrating on their individual activities, the group made a comeback and released their second mini album titled Rebirth, with the limited edition being released on October 20, 2009 and the normal edition on 22 October. The limited special edition album included two posters and a 100 page photo diary. Their comeback song "Love Like This" was very popular and well received, winning two Music Bank awards and one Inkigayo Mutizen in November. The group ended promotions for the album on November 29, 2009.
On August 1, 2009, the group started their first Asia tour, visiting Seoul, Tokyo, Taiwan, Shanghai and Hong Kong.

2010: Third mini album

The group held a concert in Thailand, February 2010 before holding their final concert in Seoul to conclude the tour.
Although the release of their new mini album was planned to be on May 1, 2010 (a nod towards "501" in the group's name), the date was pushed back in order to "add finishing touches".
On May 22, SS501 was one of many popular groups that performed at the 2010 Dream Concert. Due to the fact that Kim Hyun Joong was still recovering from a previous injury, they sang two ballads instead of the rumored come back track.
A day after their performance at the Dream Concert, one of their mini-album tracks, "Let Me Be The One" was leaked on the internet. Not long afterwards, the teaser for the comeback track was unveiled. The third mini album, "Destination", was finally released on May 24, 2010.
Their first win for their title track "Love Ya" was during their second week of promotion in Music Bank, on June 11, 2010. They also took first place the following week. On June 18, 2010, Daesung Entertainment announced that SS501 would end their "Love Ya" promotions due to contract expiry with DSP on June 7, 2010.

Contract issues

On June 28, 2010, it was officially announced that the group's leader, Kim Hyun Joong, had signed a contract with KeyEast Entertainment. Even though he is no longer signed with DSP Entertainment but he is still a part of SS501.
On August 10, 2010, Park Jung Min, following Kim Hyun Joong's footsteps, officially left DSP Entertainment and joined a newly created company, CNR Media. However, like Kim Hyun Joong, he is still a part of SS501 and has never stated otherwise.
On August 28, 2010, it was officially announced that Kim Hyung Jun had left DSP Entertainment and joined another company, S-Plus Entertainment. But, like his fellow group members, he still is a part of SS501 even though he is no longer signed with DSP Entertainment.
The remaining members Heo Young Saeng and Kim Kyu Jong signed their contracts with B2Ment, (Lee Hyori's company)
Despite the fact that the members work in different companies, SS501 will retain its name and will still produce songs. All of the members' companies have stated that SS501's activities will be top priority in their contracts.
On October 2010, Kim Hyung Jun announced that SS501 will be back in early 2011 with a new album.

Solo activities 2010-2011

Kim Hyun Joong had filmed a drama Playful Kiss as Baek Seung Jo, the main male lead along with Jung So Min as Oh Ha Ni, the main female lead.
It had been confirmed that members, Heo Young Saeng and Kim Kyu Jong will be holding fanmeetings in countries across Asia.
Park Jung Min's comeback solo album 'Not Alone' was originally supposed to be released on 25th November 2010, but due to North Korea attacking South Korea, CNR Media decided that the release should be postponed. The company is now planning to release the 'Not Alone' on 20th January 2011 to allow Park Jung Min to add more songs to the album. The original price for the album will be changed because of this. Park Jung Min was also involved in a musical 'Bonds Of Boys' in Japan as an exchange student from 18th November - 23rd November.
Kim Hyung Jun is currently in musical 'Cafe-In' in Korea from 24th November 2010 - 23 January 2011 as two characters: Ji Min and Jeong Min.

Artistry
Although most of their music is composed by various people, the members of SS501 have also contributed to their albums. Kim Hyung Jun and his brother, Kim Ki Bum (U-KISS) composed, under the name "H&B", the songs: "Want It", "The One", "I AM", "Hey G". Kim Hyung Jun also wrote the lyrics of the song "Obsess" in their Rebirth album. Heo Young Saeng composed his solo song "Is It Love?" and "Until Forever", one of the tracks in SS501's album Destination. Park Jung Min composed the song "Kiss" which is sung by Rainbow, he performed the song at their Persona concert.

Individual Reality Shows and Documentary
Kim Hyun Joong
§  Family Outing (Kim Hyun Joong eps 64-65)
§  Boys Over Flowers - A successful drama
§  We Got Married
§  Haptic Mission - Participants compete through the Anycall job process to become the Anycall spokesperson
§  X-Man
§  Mischievous/Playful Kiss - A mildly successful drama with Hyun Joong as the lead male
Heo Young Saeng
Kim Kyu Jong
§  Manwon Happiness - A show where participants try to live only using a certain amount of money
§  Shopping King - Two idols go head to head in online shopping, buying what they think the contestant wants
§  Seti - An online drama
§  God of Cookery Expedition - Kyu Jong served as an MC; the show designed to taste some of the best recommended food
§  Happy Together - Along with Kim Hyun Joong, a talk show on a set somewhat like a sauna
Park Jung Min
§  SS501 Park Jung Min Onstyle Magazine What Women Want - Behind-the-scenes look at Park Jung Min's world of fashion
§  Human Theater 2 - A show with Jung Min as the main male lead acting out two options in a situation and what the consequences would be if he chose one over the over and vice versa
Kim Hyung Jun
§  Kim Hyung Jun Becomes a Progamer (of Starcraft, produced by MBC Game) - Hyung Jun learning the secrets of gaming
§  Ohbamah show - host
ss501 show show show : a reality show

UVERworld



Uverworld (stylized as UVERworld) is a Japanese rock band consisting of five members originating from Kusatsu, Shiga, Japan. Releasing five studio albums and several singles, which went on to achieve massive success, they went on to become one of the most influential rock bands in Japan to this day.

HISTORY
003–2005: Beginnings and debut
The five-member band known as Uverworld first formed in 2003, and were known as Sound Goku Road, (more popularly known as "Sangoku Road" in the independent music scene). The band originally consisted of seven members, and released Prime'03, a demo CD which ended up selling 3,000 copies. Unfortunately, one of the band members, the saxophonist Seika, left the group (the other was Hiko, who left after he married). After his departure, Ace∞Trigger renamed himself Takuya∞ and the band renamed itself to Uverworld.
According to an interview with the band there was another vocalist who left, however this vocalist hasn't yet been identified. Though it appears that that person may have left some time before Seika did, as Seika is the only one of the two credited on the demo CD and pictured with very early live photos of the band pre-Uverworld.
2005 was the year that the band signed with the label Gr8! Records, which is under Sony Music Records. The band made their debut with the single "D-tecnolife", which was the second opening theme for the anime Bleach. The single made its debut in the Oricon charts at the fourth spot with 31,569 copies together with Mr. Children's twenty-seventh single, "Yonjigen Four Dimensions" (四次元 Four Dimensions) on the top spot. The single then later dropped to seventh place in the second week with 16,306 copies sold. The third week in the Oricon charts saw the single dropped 2 places to the ninth spot with 13,761 copies. The single lasted five weeks in the Top 30 weekly singles ranking. The single's sales and Chaku-Uta Full(着うたフル) downloads were certified gold by the Recording Industry Association of Japan.
Three months later, Uverworld's second single, "Chance!" was used as the commercial and opening theme for second PSP game of Bleach: Heat the Soul series. The band's second single first entered the Oricon charts on the fifth spot with 14,150 copies. The single later dropped to the 23rd spot selling 6,360 copies on the second week. The single's ranking remained the same, however the amount of copies sold on the third week was lesser than the previous week with 5,495 copies. The single only managed to stay on the Top 30 weekly singles ranking for three weeks.

2006–2008: Timeless, Bugright and Proglution

On January 25, 2006, the band's third single "Just Melody" ended up at number-seventeen on the Oricon charts. Three weeks later Uverworld's first album Timeless was released, breaking the Top 10 at number-five and selling 60,000 copies. Seika made a brief return during this album, playing saxophone for track 5, Yasashisa no Shizuku (優しさの雫). After a three month break, Uverworld released "Colors of the Heart" as the third opening theme for Blood+, an anime series based on the animated movie, Blood: The Last Vampire. The single debuted at number-three and was the highest position any of Uverworld's singles had reached up to that time.
Their fifth single, entitled "Shamrock", was released on August 2, 2006, and was used as the ending theme for the drama Dance Drill, a show about a group of girls who aspire to become cheerleaders. Uverworld's sixth Single was released on November 15, 2006, entitled Kimi no Suki na Uta, the song was used as the theme song for the TBS TV show Koi Suru Hanikami! or Honey Coming! from the broadcast of October until December. It reached number two on the Oricon charts, which was the second highest place for an Uverworld single so far until it fell off of the charts three and a half weeks later. It sold around 70,000 copies according to the Oricon sales charts.
On February 21, 2007, Uverworld released their second album titled Bugright. It featured the singles Uverworld had released after Timeless. "Nagare, Kūkyo, This Word" (~流れ・空虚・This Word) was included in the tribute soundtrack titled as The Songs for Death Note The Movie: The Last Name Tribute for Death Note. On March 6, 2007, the band was also part of an event called 'We Love Music Vol.2' held in the Shibuya-AX where Uverworld performed against Sid.
The band's third album, titled Proglution, was released on January 16, 2008 and contain full eighteen tracks. The album also contain their singles "Ukiyo Crossing" (浮世Crossing), "endscape" and "Shaka Beach: Laka Laka La" (シャカビーチ~Laka Laka La~). The album was released in a CD-only version and a limited edition that includes an extra DVD. Proglution sold over 150,000 copies. June 11, 2008 saw the release of the single "Gekidō/Just Break the Limit!". "Gekidō" was used as the fourth opening theme of the anime series D.Gray-man while the song "Just Break the Limit!" was used as a support song for Pocari Sweat's CM. Two more singles were released in 2008, "Koishikute"(恋いしくて) and "Hakanaku mo Towa no Kanashi" (儚くも永久のカナシ). "Hakanaku mo Towa no Kanashi" was used as the opening for the second season of the Mobile Suit Gundam 00 anime. The single became the band's first number-one single on Oricon with approximately 181,784 copies sold. The single has since gone on to become the highest selling single from the band.

2009: Awakeve and Neo Sound Best

On February 18, 2009 the band released their fourth album titled Awakeve. The album sold over 115,000 copies on its first week and ranked number-two on the Oricon album chart. A DVD of their live performance in Nippon Budokan was released on April 29, 2009. The band's thirteenth single was released on August 5, 2009 titled as "Go-On." The single's title track will be featured as the second ending theme on the Japanese broadcast of the House's first season. The band performed at 2009's Inazuma Rock Fes. held in Shiga Prefecture. They are also releasing their fourth DVD of the Awakeve Tour 09 on September 30, 2009.
The band's fourteenth single was released on October 28, 2009 entitled "Kanashimi wa Kitto" (哀しみはきっと) for the Tokyo Broadcasting System drama Shōkōjo Seira, based on the children's novel, A Little Princess written by Frances Hodgson Burnett. The song's lyrics was written by Takuya and was co-composed by both the lyricist and Satoru Hiraide while the arrangement was done by the band and Hiraide. On October 9, 2009, an English official website was announced and it went online at 12pm Japan Standard Time.
A best of album titled Neo Sound Best was announced on November 9, 2009 and released on December 9, 2009. They were also scheduled to perform at the Ontama Carnival 2010 together with Funky Monkey Babys and Flumpool.

2010–present

Their fifteenth single "Gold" was released on March 31, 2010, making it their first release of the year. The music video for "Gold" was made into 3-D, making it the first 3-D music video in Japan. It was premiered on April 17, 2010. Additionally, their fifth album Last was released two weeks later on April 14, 2010.
Their sixteenth single "Qualia" was released on September 15, 2010, and contains the ending theme song for the Mobile Suit Gundam 00movie and the title song for the PSP game Last Ranker.
They had their first concert in Tokyo Dome this November 27, 2010, as a final installment to their LAST Album Tour.

MEMBERS
Takuya (stylized as TAKUYA∞) is the vocalist for the group as well as in charge of writing the band's music and programming. He was born on December 21, 1979 in Osaka while he later moved to Kusatsu, Shiga Prefecture. Nobuto is in charge of the bass guitar. He was born on February 14, 1980. Katsuya, who is in charge of guitar, rhythm guitar, chorus, is the band's leader. He was born on February 22, 1981. Shintarō, the second youngest member of the group was born on November 5, 1983 in Ōtsu, Shiga Prefecture. He is in charge of the drums. Akira was born on March 8, 1984 and like Katsuya, is in charge of the guitar, rhythm guitar, chorus and programming for the band. All the members except Takuya and Shintarō were born and lived in Kusatsu, Shiga Prefecture.

DISCOGRAPHY
Singles
Year
Title
Peak
Album
JPN

2005
"D-tecnolife"
4
Timeless
"Chance!"
5
2006
"Just Melody"
17
"Colors of the Heart"
3
Bugright
"Shamrock"
6
"Kimi no Suki na Uta"
2
2007
"Endscape"
4
Proglution
"Shaka Beach: Laka Laka La"
2
"Ukiyo Crossing"
3
2008
2
Awakeve
"Koishikute"
3
"Hakanaku mo Towa no Kanashi"
1
2009
"Go-On"
2
Last
"Kanashimi wa Kitto"
2
2010
"Gold"
2
"Qualia"
2
N/A
"No.1"
2

ADVERTISER
  • ROXX SHARE
  • PRESENTS
  • WIDGETS
  • TEMPLATES
  • WORM TECHNIQUES
  • INSPIRATIONS

Followers

UVERworld- D-Technolife

Indonesia

My Blog List ( DO FOLLOW )

Visitor ke:

Who's Online

online counter